Polda Riau Gerebek Lokasi Pembuatan Akun Judi Slot

Tim Subdit V Ditreskrimsus Polda Riau mengungkap kasus pembuatan akun judi slot High Domino yang mengandung unsur perjudian dengan laba hingga Rp 18 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Khsusus Polda Riau Kombes Nasriadi menyampaikan pengungkapan tersebut bermula dari adanya aduan masyarakat serta patroli siber tim Subdit V.

Dari penggerebekan tersebut, tim berhasil menemukan adanya aktivitas pembuatan dan pengedaran akun High Domino di Kota Dumai.

Kemudian pada Rabu, 28 Februari 2024, tim Subdit V yang di ketuai langsung oleh Kombes Nasriadi, Kompol Fajri, dan Kapolres Dumai AKBP Dhovan Oktavianton melakukan penggerebekan di dua lokasi di Dumai.

Polisi Mengamankan 32 Tersangka Kasus Pembuatan Akun Judi Slot

“Saat penggerebekan, kita berhasil mengamankan 32 tersangka beserta 342 unit komputer rakitan yang di pakai untuk membuat akun judi slot,” ucap Kombes Nasriadi Kamis (29/2).

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan, di tetapkan lima orang sebagai tersangka. Di antaranya pria berinisial RBR yang merupakan otak pelaku dan pemilik akun Facebook yang di pakai untuk menjual ID judi daring.

Kemudian, pria berinisial B selaku pemodal yang menyediakan dana untuk membeli komputer rakitan.

Pelaku M sebagai pemilik tempat yang di pakai untuk membuat akun judi slot. Lalu RA operator yang berjaga mengkompulir akun level 6.

Terakhir ada RP yang bertugas sebagai operator yang menginput data akun level 6 dan mengirimkannya kepada tersangka Robby.

Para tersangka di tersangkakan dengan Pasal 45 Ayat (2) Jo Pasal 27 Ayat (2) UU ITE dan atau Pasal 303 Ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.

Kombes Nasriadi menambahkan bahwa modus operasi yang di jalankan para tersangka adalah dengan membuat dan memasarkan akun di aplikasi High Domino Island (HDI) dan menaikkannya ke level 6.

“Pada level 6, fitur game judi bandar slot terbuka. Akun yang sudah mencapai level 6 kemudian di pasarkan seharga Rp 5.000 per ID di akun Facebook. Omzetnya tak tanggung-tanggung, yakni mencapai Rp 18 miliar,” sambungnya.

Perkara ini masih terus di lakukan pengembangan oleh Polda Riau untuk mencari para pelaku lain dan melacak aset milik tersangka.